Showing posts with label acharya. Show all posts
Showing posts with label acharya. Show all posts

Tuesday, December 22, 2015

Para Master yang Sungguhan Asli



Ditulis oleh Lotuchef – 22 Desember 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真正的行者 Authentic Masters
Dalam Bahasa Mandarin: Authentic Masters 真正的行者



Saat berada di dalam bis menuju ke lokasi upacara, sempat bertemu beberapa teman murid.

Seorang murid bertanya: “Fashi, bagaimana cara membedakan para pembabar dharma yang benar-benar punya ‘kekuatan’?” (dalam konteks ini, yang dimaksud kekuatan adalah efektivitas!)

Aku menimpalinya: “Kamu gunakan Mahaguru sebagai dasar pembanding!”

Bertanya: “Jadi si XX punya kekuatan atau tidak?”

Aku menjawabnya: “Hahaha! Kalau ia memperlakukanmu bak seorang pelanggan, segera lari menjauh dari orang ini!
Kemudian juga mereka yang memperlakukan Mahaguru layaknya pohon uang, sama halnya kamu segeralah lari dan menghindar saat bertemu mereka!”

Kami juga mengobrol seputar pengetahuan umum mengenai [替代] – mengambil alih dan menanggung dosa/karma insan lain.

Hahaha!
Di saat upacara Mahaguru juga membahas [替代]!
Kebetulan sekali!

Bertanya: “Selain Mahaguru, siapa yang punya kekuatan sehingga bisa melakukan [替代] dengan efektif?”

Ah! Kini pahamilah kenapa aku [memasang/meminta] [tarif yang sangat tinggi]?
Wenshi (konsultasi pribadi): Per blok 20 menit – SGD 3.000.
Layanan Penyeberangan Bardo: Per sesi mulai dari SGD 5.000.

Dana yang dibayarkan ini akan [Dialihkan]!

Mahaguru Lu mengajarkan [metode Mengalihkan] – di hari upacara berlangsung, dan juga di berbagai sesi ceramah dharma sebelumnya. Beliau juga telah menuliskan hal tersebut.
Beliau akan melakukan [替代] untukmu, lalu [Mengalihkan] kepada para Buddha & Bodhisattva, dan kemudian [menyebarkan/membubarkannya ke dalam kekosongan] – [ yaitu dirubah menjadi kosong]!

Apa poin penting di sini?
[Jodoh afinitas]!

[Jodoh] semacam ini akan muncul saat kamu mulai menjapa: Mantra Padmakumara!

[Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom]

Amituofo
Lama Lotuschef

真正的行者 Authentic Masters


Terjemahan Indonesia: Para Master yang Sungguhan Asli


On the bus along the way to Event venue, met several fellow students.

Fellow student asked: Fashi, how to differentiate dharma propagators that truly have 'strength'? (in this context, strength means effectiveness!)

I replied: You use Shizun as you constant or base for comparison!

Question: Then XX have strength or not?

I answered: Hahaha! If he treats you like a customer, then quickly ran away and avoid this person!
Also, those that treat Shizun as a money tree are the same, run and avoid when you encounter them!

We also chatted about some common knowledge of  [替代] - bearing or taking responsibility for others sins/karma.

Hahaha!
Shizun also talked about [替代] during the event!
Such coincidence!

Question: Other than Shizun, who has the strength to do effective [替代] practice?

Ah! Now realised why I [command - ask for] [Sky price - extremely high price] ?
Wenshi: each block of 20 minutes - Singapore Dollars 3 thousands.
Bardo delivery services: Each session from Singapore Dollars 5 thousands onwards.

The fees you paid goes towards [Diversion]!

GM Lu has shared [Diversion method] - On the day of the event, also during previous dharma speeches, and wrote about these.
HE will [替代]for you, then [Diverts] to Buddhas & boddhisattvas, then [spread out/disperse in illusionary void] - [transform to void]!

What is important here?
[Affinity]!

This [Affinity] can begin when you start to chant : Padmakumara mantra!

[Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom]

Amituofo 
Lama Lotuschef

Wednesday, May 1, 2013

Memangnya mereka tahu beda antara Komunikasi Spiritual VS Guru Yoga?


Ditulis oleh Lotuschef – 29 April 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Do they know the difference of Spiritual Communication & Guru Yoga?


Di atas adalah komentar-komentar yang ditulis untuk artikel yang bersangkutan!!!

O jiwa-jiwa tersesat yang patut dikasihani!
Menurut mereka aku tak mampu berkomunikasi dengan Guru secara spiritual seperti dalam 通零 (Tōng líng)!!! :)


Mereka bilang karena aku tak menulis ke dalam forum Dharmapala yang Guru sempat katakan (bila pernah menulis di sana maka akan diberikan Abhiseka Acharya).

Memangnya ada dari mereka yang mendapatkan Abhiseka tersebut? Hahaha!

Teman-teman yang menuliskan komentar di atas ke dalam blog-ku, apakah mereka menuliskan sesuatu ke dalam Forum Dharmapala atau bahkan forum-forum lainnya, untuk mendukung Guru dan agama Buddha?

TIDAK!

Mungkin inilah antek-antek dari orang-orang bodoh yang tak mampu memahami apa yang kutulis selama ini!
Hahaha!

Coba dipikirkan: Guru tahu TAK ADA SEORANGPUN yang menulis untuk mendukung DIRINYA dan agama Buddha, makanya mencoba menggunakan cara ini untuk menguji, bukankah bisa saja terjadi?

Renungkan: Sebagai seorang Buddha, Guru bisa langsung melihat ke masa lampau dan mendatang, bukannya begitu?

Pikirkan: Bisakah Guru tak tahu bahwa aku telah menulis banyak hal untuk mendukung Guru dan agama Buddha sebagai satu kesatuan?

Dipikirkan lebih lanjut: Orang-orang ini yang belum berhasil mencapai Yoga, ya mereka inilah yang menuduh tidak benar bahwa aku bisa berkomunikasi secara spiritual dengan Guru, khan?

Jiwa-jiwa yang perlu dikasihani, mereka bahkan tak mendengarkan Guru dengan benar mengenai apa itu Yoga, dan apa itu Komunikasi Spiritual?

Hanya mereka yang mengejar gelar dan para pengikut fanatiknya-lah yang akan nekat “menyerang” sesuatu yang mereka sama sekali tak punya pemahaman mengenainya?

Mohon cobalah lihat Guru dengan teliti dan bandingkan dengan mereka yang kamu ikuti dan mendiktemu selama ini.

  1. Apakah mereka mereka mampu menarikmu dan memberimu rasa aman, damai dan bahagia?
  2. Apakah mereka mengajarkanmu bahwa kamu sendiri juga bisa menjadi Buddha bila kamu selalu mengikuti panduan dari Gurumu?
  3. Apakah mereka tahu bedanya Komunikasi Spiritual dengan Guru Yoga?
  4. Mengapa mereka membiarkanmu “mengotori tanganmu sendiri”, sedangkan mereka duduk santai di belakang sambil melihatmu menggali kuburanmu sendiri?
  5. Tahukah bahwa kamu jauh lebih berani dibanding para pengecut yang hanya bisa mendiktemu?

Kalau Guru pasti akan bilang: Saatnya bangun liao!!!

Hahaha!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:

Tuesday, March 12, 2013

Lotuschef Bermain-main – Ujian Untuk Membuktikan Acharya yang Sejati



Ditulis oleh Lotuschef – 8 Maret 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – True Acharya Test
Image © P.I.D. Radio

Di kalangan masyarakat dan agama-agama yang berkembang di India, acharya (IAST: ācārya; Bhs. Sansekerta: आचार्य; Tamil: அசாரி ācāri; Pali: acariya) merupakan seorang pembimbing atau instruktur dalam hal keagamaan; juga bisa merupakan pendiri atau pemimpin suatu aliran; atau yang duduk di atas tahta religius agama Hindu; atau seorang yang sangat terpelajar atau sebuah gelar yang ditempatkan di depan nama orang-orang yang terpelajar. Sebutan ini punya berbagai macam arti dalam agama Hindu, Buddha, Jaina, dan konteks-konteks sekuler lainnya.

Gelar acharya juga digunakan untuk menyapa seorang guru atau cendekiawan dalam bidang apapun, misalkan: Bhaskaracharya – untuk bidang matematika. Juga merupakan suffiks (akhiran) yang umum untuk nama-nama dalam kasta Brahmana (Vishwakarma), misalkan: Krishnamacharya, Bhattacharya. Di India Selatan, akhiran ini kadang disingkat menjadi Achar, misal: TKV Desikachar. Acharya juga bisa digunakan sebagai nama belakang. Dalam tingkatan sosial di beberapa bagian dari India, acharya dianggap sebagai yang tertinggi dalam kalangan brahmin, sering disebut sebagai “shrestha brahman” – yang berarti yang terbaik di antara para brahmin. Di dalam brahmin Madhwa, Acharya berarti seorang pendeta.

Di dalam agama Buddha sendiri, yang variasi Pali-nya menjadi acariya, yang berarti “guru”, adalah salah seorang dari dua guru dari seorang biarawan pemula; yang seorang lagi dinamakan upādhyāya. Dalam berbagai tradisi Mahayana, julukan acharya lebih sering digunakan sebagai panggilan kehormatan yang menunjukkan kemashyuran karena pengetahuannya yang luas; dulunya lebih umum dibandingkan julukan yang mirip dengannya: pandita. Bahasa Tibet menggunakan istilah loppön sebagai terjemahan kata acharya.

Agama Buddha aliran esoterik di Jepang menggunakan istilah acharya untuk para pemula: Aliran Shingon menggunakan gelar acharya untuk para pendeta yang telah memenuhi kualifikasi lewat pelatihan yang telah mereka selesaikan di Gunung Koya, sedangkan aliran Tendai menggunakannya untuk mengacu pada pelatihan di Gunung Hiei.

[dikutip dari Wikipedia – Acharya]

---

Teman-temanku yang terkasih,

Kita ini di dalam Aliran Satya Buddha punya banyak umat yang diberikan gelar Acharya.
Namun kita mendengar ceramah-ceramah Guru yang menyatakan atau mengumumkan bahwa banyak dari mereka yang “belum berhasil beryoga” dengan-Nya!
Di dalam buku karya Guru [Pedang Pusaka Yogi], beliau menuliskan kalau banyak dari mereka ini yang masuk dalam daftar yang akan terjatuh ke 3 alam rendah yang diberikan oleh Tara Putih.
Lalu bagaimana cara mengetahui mereka-mereka itu di dalam Satya Buddha?

Ini ide “cemerlang”-ku!
Aku akan menghadap Guru dan menghadiahkan-Nya 3 “Kado Astral”, dan Guru juga akan tersenyum sembari melihatku dan menerimanya satu per satu.
Setelah itu semuanya harus menuliskan apa saja 3 “Kado Astral” ini secara urut dari yang Pertama, Ke-dua, hingga yang Ke-tiga.
Hahaha! Dari sini kita semua akan tahu siapa saja yang bisa melihat dan sungguh-sungguh melatih diri dengan tekun selama ini. Hehe!

Siapapun boleh turut serta!
Mereka yang diberikan Gelar tapi tidak bisa melihat, langsung copot saja gelarnya!

Dari mana datangnya ide ini?

VM ZZ atau sebut saja sebagai “bhiksu” kita, yang sering kutulis dalam banyak artikelku, pernah memberitahuku bahwa VM GG punya Mata Dharma yang telah terbuka. Itu sekitar awal tahun 2009.
Tapi VM GG masih tidak bisa melihat siapa ZZ ini dan masih bermitra dengannya untuk mengadakan acara-acara di berbagai tempat!
Baru-baru ini GG menuliskan bahwa ada yang menuduhnya sebagai orang yang menyebut #2 sebagai pelaku yang mempekerjakan ahli ilmu hitam untuk mencelakai Guru.

Dari brosur-brosur acara akhir-akhir ini, GG sepertinya sudah tersadarkan dan tidak lagi berhubungan dengan ZZ.
ZZ berbohong mengenai GG yang punya Mata Dharma demi kepentingan pribadinya untuk mengeruk para umat yang harus melewati dirinya untuk berhubungan dengan GG?

Aku bukannya mengatakan kalau semua Acharya seharusnya sudah melatih diri dengan baik, tapi setidaknya mereka harus memenuhi syarat minimum sebagai pengajar yang berpengetahuan – mereka yang mampu mengajarkan Buddha Dharma yang otentik kepada semua insan. Benarkah demikian?

Hahaha! Ujian ini juga akan menyaring lebih banyak pelatih diri yang benar-benar merupakan guru yang terpelajar, bukan?

Ujian ini lebih lanjut akan menyingkirkan banyak “faktor manusia” seperti sikap pilih kasih para ajudan Guru, “promosi” atau bahkan “memaksa Guru” untuk mengamini “promosi-promosi” pemberian gelar Acharya ini. Setujukah?
Hahaha!

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, March 8, 2013

Lotuschef at Play – True Acharya Test



Terjemahan Indonesia: Lotuschef Bermain-main – Ujian Untuk Membuktikan Acharya yang Sejati
Image © P.I.D. Radio

In Indian religions and society, an acharya (IAST: ācārya; Sanskrit: आचार्य; Tamil: அசாரி ācāri; Pali: acariya) is a guide or instructor in religious matters; founder, or leader of a sect; or one who sits of gadi; or a highly learned man or a title affixed to the names of learned men.[1] The designation has different meanings in Hinduism, Buddhism, Jainism and secular contexts.

Acharya is also used to address a teacher or a scholar in any discipline, e.g.: Bhaskaracharya, the mathematician. It is also a common suffix in brahmin (Vishwakarma) names, e.g.:Krishnamacharya, Bhattacharya. In South India, this suffix is sometimes shortened to Achar, e.g.: TKV Desikachar. Acharya is also used as surname. In the social order of some parts of India, acharyas are considered as the highest amongst the brahmin community, often described as the "shrestha brahman" i.e. best in brahmins. In Madhwa brahmins Acharya means a priestly person.

In Buddhism, the Pali variant acariya, lit. "teacher", is one of the two teachers of a novice monk, the other being the upādhyāya. In Mahayana traditions the epithet acharya was more widely used as an honorific indicating great scholastic renown; it was somewhat more general than the similar epithet paṇḍita. The Tibetan term loppön is used to translate acharya.

In Japanese esoteric Buddhism, the term is used for initiates: the Japanese Shingon sects employ the acharya title with its qualified priests who have completed training at Mount Koya, while for the Tendai sect it refers to training at Mount Hiei.

[Quoted from Wikipedia – Acharya]

---

Dear all,

We have many with Acharya Titles bestowed in TBS.
Guru’s speeches include statements or pronouncement that most of these “have yet to yoga” with him!
In Guru’s book, [Sword of the Yogi], Guru also said many of these are listed in White Tara’s list of those descending to the 3 Lower Realms!
How best to define those in TBS?

This is my “bright” idea!

I will look at Guru and present him 3 “Astral Gifts” and Guru will also smilingly look at me, accepting each one.
Now all will have to write down these 3 “Astral Gifts” in their respective order of First; Second & Third; and what each item is.
Hahaha! We will then know how many can actually see and have really cultivated diligently all these while.
Hehe!

Anyone can take part!
Those with Titles but can’t see, strip of their titles immediately!

How did this idea originates?

Well, VM ZZ or our Monk, in many of my articles, told me that VM GG has Dharma Eyes opened. That was way back in early 2009.
However, VM GG still couldn’t see through ZZ and still partnered up with him to do rounds of events in several places!
Recently GG wrote that someone alleged that he named #2 as the hirer of the black magic attack on Guru.

From the latest event brochures, GG seems to have woken up and dissociated with ZZ.
ZZ lied about GG having Dharma Eyes for self interest of reaping off students who have to go through him to reach GG?

I am not saying that all Acharya should have already cultivated well, but at least they should meet the minimum requirement of being a learned teacher, able to impart Authentic Buddha Dharma to all, agree?

Hahaha! The Test will also screen out more cultivators who can truly be good learned teachers, agree?

This will exclude lots of “human factors” such as favoritism of Guru’s aides, “promoting” or “forcing Guru’s hand” in these “promotions” to Acharya, agree?
Hahaha!

Cheers all

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef