Tuesday, March 12, 2013

Lotuschef Bermain-main – Ujian Untuk Membuktikan Acharya yang Sejati



Ditulis oleh Lotuschef – 8 Maret 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – True Acharya Test
Image © P.I.D. Radio

Di kalangan masyarakat dan agama-agama yang berkembang di India, acharya (IAST: ācārya; Bhs. Sansekerta: आचार्य; Tamil: அசாரி ācāri; Pali: acariya) merupakan seorang pembimbing atau instruktur dalam hal keagamaan; juga bisa merupakan pendiri atau pemimpin suatu aliran; atau yang duduk di atas tahta religius agama Hindu; atau seorang yang sangat terpelajar atau sebuah gelar yang ditempatkan di depan nama orang-orang yang terpelajar. Sebutan ini punya berbagai macam arti dalam agama Hindu, Buddha, Jaina, dan konteks-konteks sekuler lainnya.

Gelar acharya juga digunakan untuk menyapa seorang guru atau cendekiawan dalam bidang apapun, misalkan: Bhaskaracharya – untuk bidang matematika. Juga merupakan suffiks (akhiran) yang umum untuk nama-nama dalam kasta Brahmana (Vishwakarma), misalkan: Krishnamacharya, Bhattacharya. Di India Selatan, akhiran ini kadang disingkat menjadi Achar, misal: TKV Desikachar. Acharya juga bisa digunakan sebagai nama belakang. Dalam tingkatan sosial di beberapa bagian dari India, acharya dianggap sebagai yang tertinggi dalam kalangan brahmin, sering disebut sebagai “shrestha brahman” – yang berarti yang terbaik di antara para brahmin. Di dalam brahmin Madhwa, Acharya berarti seorang pendeta.

Di dalam agama Buddha sendiri, yang variasi Pali-nya menjadi acariya, yang berarti “guru”, adalah salah seorang dari dua guru dari seorang biarawan pemula; yang seorang lagi dinamakan upādhyāya. Dalam berbagai tradisi Mahayana, julukan acharya lebih sering digunakan sebagai panggilan kehormatan yang menunjukkan kemashyuran karena pengetahuannya yang luas; dulunya lebih umum dibandingkan julukan yang mirip dengannya: pandita. Bahasa Tibet menggunakan istilah loppön sebagai terjemahan kata acharya.

Agama Buddha aliran esoterik di Jepang menggunakan istilah acharya untuk para pemula: Aliran Shingon menggunakan gelar acharya untuk para pendeta yang telah memenuhi kualifikasi lewat pelatihan yang telah mereka selesaikan di Gunung Koya, sedangkan aliran Tendai menggunakannya untuk mengacu pada pelatihan di Gunung Hiei.

[dikutip dari Wikipedia – Acharya]

---

Teman-temanku yang terkasih,

Kita ini di dalam Aliran Satya Buddha punya banyak umat yang diberikan gelar Acharya.
Namun kita mendengar ceramah-ceramah Guru yang menyatakan atau mengumumkan bahwa banyak dari mereka yang “belum berhasil beryoga” dengan-Nya!
Di dalam buku karya Guru [Pedang Pusaka Yogi], beliau menuliskan kalau banyak dari mereka ini yang masuk dalam daftar yang akan terjatuh ke 3 alam rendah yang diberikan oleh Tara Putih.
Lalu bagaimana cara mengetahui mereka-mereka itu di dalam Satya Buddha?

Ini ide “cemerlang”-ku!
Aku akan menghadap Guru dan menghadiahkan-Nya 3 “Kado Astral”, dan Guru juga akan tersenyum sembari melihatku dan menerimanya satu per satu.
Setelah itu semuanya harus menuliskan apa saja 3 “Kado Astral” ini secara urut dari yang Pertama, Ke-dua, hingga yang Ke-tiga.
Hahaha! Dari sini kita semua akan tahu siapa saja yang bisa melihat dan sungguh-sungguh melatih diri dengan tekun selama ini. Hehe!

Siapapun boleh turut serta!
Mereka yang diberikan Gelar tapi tidak bisa melihat, langsung copot saja gelarnya!

Dari mana datangnya ide ini?

VM ZZ atau sebut saja sebagai “bhiksu” kita, yang sering kutulis dalam banyak artikelku, pernah memberitahuku bahwa VM GG punya Mata Dharma yang telah terbuka. Itu sekitar awal tahun 2009.
Tapi VM GG masih tidak bisa melihat siapa ZZ ini dan masih bermitra dengannya untuk mengadakan acara-acara di berbagai tempat!
Baru-baru ini GG menuliskan bahwa ada yang menuduhnya sebagai orang yang menyebut #2 sebagai pelaku yang mempekerjakan ahli ilmu hitam untuk mencelakai Guru.

Dari brosur-brosur acara akhir-akhir ini, GG sepertinya sudah tersadarkan dan tidak lagi berhubungan dengan ZZ.
ZZ berbohong mengenai GG yang punya Mata Dharma demi kepentingan pribadinya untuk mengeruk para umat yang harus melewati dirinya untuk berhubungan dengan GG?

Aku bukannya mengatakan kalau semua Acharya seharusnya sudah melatih diri dengan baik, tapi setidaknya mereka harus memenuhi syarat minimum sebagai pengajar yang berpengetahuan – mereka yang mampu mengajarkan Buddha Dharma yang otentik kepada semua insan. Benarkah demikian?

Hahaha! Ujian ini juga akan menyaring lebih banyak pelatih diri yang benar-benar merupakan guru yang terpelajar, bukan?

Ujian ini lebih lanjut akan menyingkirkan banyak “faktor manusia” seperti sikap pilih kasih para ajudan Guru, “promosi” atau bahkan “memaksa Guru” untuk mengamini “promosi-promosi” pemberian gelar Acharya ini. Setujukah?
Hahaha!

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

No comments:

Post a Comment