Showing posts with label perang. Show all posts
Showing posts with label perang. Show all posts

Wednesday, August 3, 2016

Menciptakan Iblis Di Dalam Hatimu Sendiri



Ditulis oleh Lotuschef – 31 Juli 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: You Gave Life to Your Heart's Demon 你生起了你的心魔!

Di atas ini:
LL: Sup dari teh earl grey dan susu.

AA: oh sekarang jadi wangi bergamot.

LL: Hehe! Wangi sekali lol
Ditambah irisan cabai merah juga!
Rasanya manis, asam, pahit, pedas!
Dan warnanya juga menarik.

Di atas: Daging babi cacah yang dikukus dengan berbagai macam bahan lainnya!

Di atas: Nasi dengan bayam, labu dan irisan daging babi yang ditumis dengan kecap.

Di atas: spaghetti (jenis) angel hair!

Di atas: Perayaan bayi yang sudah sebulan lahir siang tadi!

Hahaha!

Apa yang hendak kusampaikan?

Aku ingin bilang bahwa aku makan dan bermain-main seperti kebanyakan orang pada umumnya!
Aku ingin bilang bahwa apapun “Anggapanmu” tentang Lotuschef yang selalu menjadi celaanmu, tak ada satupun yang mengenainya!

Berikut ini adalah nasihat yang kuberikan kepada banyak teman di sales (penjualan) dan marketing (pemasaran), dari berbagai pengalamanku sendiri di Arena Bisnis.

Supaya berhasil, kamu harus mengenali produkmu dengan sangat baik!
Para pesaingmu?
Tidak ada!

Sebelum kamu pergi “berperang”, kamu menciptakan pesaing (atau banyak pesaing) yang kamu anggap punya kekuatan ataupun kemampuan untuk mencelakaimu!
Hahaha! YA!
Kamu menciptakan iblis di dalam hatimu sendiri, yang akan mengganggu fokus atau konsentrasimu kepada berbagai hal yang akan kamu hadapi!

Contoh:
Seorang klien berkata kepadaku bahwa si ini dan itu punya produk yang mirip (In-dash DVD player ~ pemutar DVD yang ditanam di dashboard mobil), dengan harga lebih murah USD 20 dibanding yang kujual.
Kutanya kepadanya performa apa yang ia cari dan harapkan dari produkku!
Dan kuberitahu dia bahwa aku menggunakan mekanisme penyerap goncangan untuk dek DVD dan layar LCD kualitas tinggi dari para pemasok yang terkenal.
Kemudian kutunjukkan spesifikasi layar dan mekanisme penyerap goncangan tersebut kepadanya…
Akhirnya, kuberitahu dia kalau ternyata bisa menemukan produk lain yang sama persis dan lebih murah, tentunya ia bisa membelinya.

Hahaha!
Seminggu kemudian ia datang kembali dan membeli dariku tanpa menawar.

Berbagai sumber memberitahuku bahwa para kliennya marah karena produk yang dijualnya kepada mereka ternyata berhenti berjalan. Para kliennya membuang waktu untuk pemasangan produk dan kemudian harus dicopot lagi!

Garansi?
Hahaha!
Barang si pesaing dikembalikan untuk direparasi, namun “tidak ada suara” lagi setelah itu.

Beda harga USD 20 sebenarnya merupakan penghematan dalam jangka panjang karena produk yang lebih murah bagaikan sampah yang akan dibuang setelah digunakan beberapa hari saja!

Teman-temanku yang terkasih, sebelum kamu memulai ataupun bergabung dalam sebuah peperangan, mohon bersikaplah bijaksana dan jangan melakukannya tanpa punya Kebijaksanaan Pengamatan!

DAN yang paling penting, seorang murid Buddha tak akan pernah menghasut atau BERPERANG dengan siapapun!

Tentunya bila memahami Buddha Dharma dengan baik, kamu tak akan menciptakan Iblis di dalam Hatimu sendiri ataupun membiarkan orang lain mengendalikan dirimu pula!


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Saturday, February 15, 2014

Lotuschef Bermain-main – Kenapa Tak Mendengarkan Buddha?


Ditulis oleh Lotuschef – 13 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Why Didn't Listen to Buddha? 为何没听世尊的?



Di atas adalah rupang Buddha Shakyamuni di Biara Zen Chung Tai, Puli – Taiwan.

Banyak para sadhaka yang percaya bahwa Jalur Keras (Asketisme) atau 苦行 adalah cara melatih diri yang benar.

Dan seringkali mereka membuat diri sendiri kekurangan asupan untuk menjaga Kesehatan Tubuhnya, padahal hal tersebut dibutuhkan untuk mampu melanjutkan bersadhana! :)

Buddha Shakyamuni setelah melatih Jalur Keras tersebut dan hampir meninggal, akhirnya menyadari bahwa menyiksa diri sendiri malah membawa kemunduran, bukannya kemajuan dalam pelatihan diri.

Demikianlah, meski para sadhaka lain lalu mengejek dan mencercanya, beliau mulai makan dan beristirahat dengan cukup.

Dan beliau akhirnya mencapai Kebuddhaan, tapi sayangnya mereka yang melatih Asketisme tak mampu mencapainya!

Bahkan hingga sekarang, para insan masih mengagumi para sadhaka yang:
  1. Hanya makan sekali sehari
  2. Tidak menjaga/merawat kesehatan tubuh fisiknya
  3. Menyiksa batang tubuhnya.

Hahaha! Upacara Usnisa Wijaya barusan di Taipei membuatku menulis artikel ini.

Rumah Ibadah penyelenggara tersebut selalu melakukan penjapaan Dharani Usnisa Wijaya secara terus-menerus tanpa henti dari pagi hingga malam, selama 7 hari.

Kata-kata Buddha tentang menjaga kesehatan diri supaya bisa bersadhana dalam kondisi baik dan konsentrasi penuh sepertinya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri?

Kenapa justru bangga dengan TANPA HENTI?

Kita semua tahu bahwa Tubuh Manusia ini punya banyak keterbatasan, sehingga kalau kamu memaksa diri sendiri dan orang-orang lain dengan cara tersebut sungguh bukan merupakan cara yang tepat!

Sama halnya dengan para murid yang diminta atau dipaksa untuk duduk di area VIP karena para “boss” mereka harus menunjukkan apresiasi atas alokasi tempat-tempat duduk tersebut!

Ya dipikirkan saja, kenapa para “boss” tersebut malah tak bergabung dengan para pengikutnya?

Bodhicitta?

Demi Memperbaiki Keadaan, bukankah kenyamanan para pengikut jauh lebih berarti daripada memberi muka kepada penyelenggara acara?!

Orang-orang yang melekat pada ide atau dari ide yang dijejalkan oleh orang-orang yang mereka pikir adalah otoritas yang berwenang atas suatu subjek atau masalah, rela begitu saja menyerahkan diri mereka untuk dikendalikan orang-orang lain!

Menjapa tanpa henti selama 7 hari 7 malam tanpa asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh dan pikiran, malah sebenarnya melanggar ajaran dari Buddha.

Guru mengajarkan kita untuk menghargai kesehatan tubuh fisik ini supaya bisa bersadhana dengan baik.

Terus-menerus menekan diri sendiri hingga ke titik batas pasti akan menimbulkan penyakit.

Bagaikan mesin, tubuh sendiri akan rusak saat kebablasan digunakan.

Aku sempat melihat bahwa rumah ibadah lain juga akan segera melakukan hal yang sama!

Hahaha!
Kurangnya Kebijaksanaan Universal Buddha merupakan masalah dengan orang-orang ini!
Kenapa menyuruh orang-orang untuk berada di bawah guyuran hujan?
Mohon dipikirkan: Apakah Guru atau Buddha akan melakukan hal tersebut?

Kenapa?

Aku ingat pernah mendengarkan sebuah ceramah tentang derita besar dan banyaknya keringat yang dikucurkan untuk merencanakan hingga memulai proses pembangunan sebuah rumah ibadah.

Dalam hati aku bertanya kepada orang tersebut: Lah kenapa membangun rumah ibadah kalau begitu?

Hari ini sepertinya cocok untuk berbagi ajaran fundamental dari Buddha – 4 Kebenaran Mulia!

Sebelum membangun rumah ibadah, PIKIRAN DULU:
  1. Apakah aku butuh sebuah rumah ibadah untuk membabarkan Buddha Dharma?
  2. Apakah aku punya alternatif-alternatif lain?

Kenapa sekarang kamu mengeluh tentang kesulitan, kurang istirahat dan lain-lainnya?

Aku percaya bahwa bila kamu memang benar-benar ditugaskan untuk menyelesaikan suatu proyek, maka Semua Dewata akan menolongmu dan kamu bahkan tak akan punya waktu untuk mengeluh tentang rasa lelah atau kurang dukungan atau kurang dana!!!

Ambillah Pure Karma sebagai contoh; kita selalu mendapatkan tempat pribadi untuk menyelenggarakan acara puja baik dalam lingkup dalam negeri maupun luar negeri.
Ongkos yang kita keluarkan juga rendah, dan tak perlu cerita ke sana kemari kepada orang-orang untuk mendaftar ini dan itu seperti promosi dagangmu yang memberi janji kepada mereka akan Kekayaan dan Daya Kekuatan, yang akhirnya tak bisa kau penuhi!

Aku sendiri percaya pada Jodoh dan juga Kebebasan Memilih.

Saat kamu butuh bantuan dan kamu tulus mencari bantuan karena mau berubah, maka Buddha akan mengirimkan bantuan yang kamu butuhkan.
Namun bila kamu dibohongi atau ditipu oleh mereka yang berkedok agama, maka itu karmamu sendiri, dan jodohmu dengan Buddha masih kurang.

Kita ini bagaikan Mobile Altar (Altar yang Bergerak), kalau kamu percaya omongan Guru!
Jadi kamu sesungguhnya tak butuh sebuah rumah ibadah untuk bisa bersadhana dengan baik! :)

Kalau kamu menonton ceramah yang aku sampaikan di Vajragarbha Seattle tanggal 7 November 2009, kamu akan paham kenapa aku menjadi target untuk disingkirkan dari Aliran Satya Buddha juga!

Aku membagikan ajaran sadhana Mahamudra, bertransformasi menjadi Guru, dan juga mengubah semua insan menjadi Guru!
Dan kini dengan Guru mengajarkan Dharma Maha Kesempurnaan, kiranya kamu sudah mulai paham kalau yang aku bagikan selama ini mirip dengan yang Beliau ajarkan juga?

Seorang saudari sedharma bertanya kepadaku kenapa dirinya selalu tak mampu memahami apa yang Guru katakan.

Kalau kamu paham akan Karma dan punya secercah pencerahan, kamu pasti mampu menjawabnya sekarang! :)

Jadi Berhentilah Menyiksa Diri Sendiri maupun orang lain yang mengikutimu!

Ingatlah selalu bahwa Buddha mengajarkan berbagai cara untuk menemukan Kebahagiaan abadi dan menyebarluaskannya pula!

Kalau kamu tak bahagia, atau pikiranmu penuh dengan kekuatiran kalau Lotuschef menginginkan posisimu atau ingin mengendalikanmu dan orang-orang lain, sekarang cobalah sadar diri!

Lotuschef tak pernah tertarik dalam hal apapun yang menciptakan emosi negatif!

Oh ya, Guru pun mengatakan bahwa Membanding-bandingkan adalah akar dari Perselisihan!

Bagiku, Perselisihan akan mengarah kepada PERANG!

Guru juga bilang bahwa di tahun Kuda ini akan ada Perang Kecil. Apakah kiranya kamu yang jadi pencetusnya?


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef



Related Posts: