Showing posts with label mentalitas. Show all posts
Showing posts with label mentalitas. Show all posts

Friday, April 6, 2018

[Aku] yang Tinggi nan Mulia ini! 自大的[我]



Ditulis oleh Lotuschef – 14 Maret 2018
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 自大的[我] The Great [Self]!


Mengacu ke drama Mandarin ~ 单身女王 Ratu Jomblo
Di suatu sesi kencan buta:
Si wanita meminta si pria untuk memberikan sebuah contoh Investasi berhubung si pria adalah seorang ahli Investasi.

Si pria menyamakan si wanita dan hubungan mereka di masa mendatang seperti berikut:
Nilai jual seorang wanita ada pada kecantikannya, sedangkan pria pada uangnya.
Si pria bilang bahwa nilai jual si wanita akan menurun sejalan dengan WAKTU karena ia akan menua dan otomatis kecantikannya menghilang, sedangkan uang si pria tak akan berkurang secara signifikan!

Hahaha! Si wanita mengguyurkan air dari dalam gelas ke si pria dan kemudian pergi!

Mari BERMAIN-MAIN!

1. Si pria bilang bahwa nilai jual si wanita akan menurun sejalan dengan WAKTU.
Apakah ini berarti bahwa ia akan “menghapusnya” saat si wanita sudah tidak cantik lagi?

2. Si pria sebegitu yakinnya bahwa uangnya tak akan berkurang banyak, kalaupun iya.
Sebagai seorang ahli investasi, itu merupakan “omong kosong”!
Bukankah ada kemungkinan bahwa ia bisa kehilangan segalanya hanya karena sebuah investasi yang buruk?

3. Apakah ia tidak membayangkan bahwa mereka akan punya keturunan dari hasil pernikahan mereka?

4. Dan bagaimana dengan umurnya? Panjang atau pendek?

Orang-orang yang setiap harinya berkecimpung dalam pekerjaan berisiko tinggi seperti investasi, sebenarnya masuk dalam kelompok yang berisiko tinggi untuk terkena Stress – Pembunuh Dalam Diam.
Banyak orang mati muda karena penyakit jantung, atau penyakit lainnya karena ketidakseimbangan nutrisi.
Kamu lihat berapa banyak orang yang rambutnya rontok sebelum berumur 35 tahun?

Hahaha!
Seseorang dengan mentalitas “Dirinya Sendiri yang Agung nan Mulia”, sesungguhnya sedang diperbudak oleh pola pikirnya sendiri!

Dengan rendah hati aku menyarankanmu untuk membaca-baca artikel yang berhubungan dengan maklumat Administrator TBS yang mereka klaim berasal dari Mahaguru Lu, tanggal 22 September setelah acara makan siang di Seattle.
Dengan realisasi pikiranmu yang pelan-pelan meningkat, kesepuluh pernyataan tersebut akan menjadi lebih jelas dan membantumu untuk menemukan siapa Penulis yang Sebenarnya!
Ada banyak hal “Terunggul” atau “Tertinggi” di dalam maklumat tersebut, dan juga “Menang terhadap orang lain”, “Lebih baik dibandingkan orang lain, …”
Hahaha!

Selamat menikmati!

Kamu harus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan kemajuan sebagai seorang murid Buddha!


Salam Metta.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, May 16, 2017

Kokoh Bagai Pinus, Gigih Bagai Prem Cina



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 15 Mei 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 松风梅骨 Pine's Sturdiness Plum Blossom's Perseverance


松风梅骨,
形容像青松一样,在风雨中,昂首挺立;
menggambarkan sifat pohon pinus hijau yang kokoh dan tetap tegak meski diterpa hujan dan angin kencang;
像梅花一样,在冰雪天,傲视寒冷。
bagaikan bunga Prem Cina di hari yang bersalju, mekar dengan indahnya meski diterpa salju yang sangat dingin.

这是一种什么精神?
Apakah ini contoh dari suatu mentalitas?
是一种什么榜样?
Apakah contoh suri tauladan?

这是一种大无畏的英雄主义精神,
Ia adalah sebuah contoh mentalitas seorang pahlawan yang hebat dan tak kenal rasa takut,

这是一种人人敬仰,值得每个人学习的榜样。
Ia adalah sebuah contoh yang dikagumi semua orang, sungguh bernilai untuk dipelajari.

松风:指松树的风范。
梅骨:指梅花的骨气。

象松树一样高风亮节,象梅花一样有经寒傲骨。
形容气节高尚。

~~~~~~~~~~~~~~

Bila kamu kembali mengingat kata-kata Mahaguru Lu mengenai kriteria yogi yang sejati, mereka haruslah:
[站如松,坐如钟,行如风,卧如弓]
Berdiri tegap bagaikan pinus, duduk bagaikan lonceng, bergerak bagaikan angin, berbaring bagaikan busur.

Hahaha!

Kiranya kita telah mendengar terlalu banyak desas-desus dan kebohongan yang tersiar, sebegitu banyaknya sampai-sampai banyak orang menganggapnya sebagai Ancaman sehingga menciptakan [Ketakutan]!

Lembaga administratif suatu pasamuan agama Buddha bersikap “sembarangan” dalam mengajukan tuntutan hukum kepada pihak-pihak yang mereka anggap sebagai musuh, ditambah lagi dibiayai dengan dana dari para umat!

Menggunakan [hak cipta] sebagai senjata untuk melindungi materi pembabaran Dharma!

Siapa kiranya yang masih berani bersarana kepada ordo agama Buddha seperti ini?

Target terakhir dari ordo agama Buddha ini sebenarnya apa?

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa keberlanjutan eksistensi lembaga orang awam membutuhkan dukungan materi duniawi dari para pengikut atau pendukungnya!

Jadi bila kamu tidak mampu berbagi Buddha Dharma yang Otentik, ibaratnya sebuah rumah makan yang tak mampu memasak makanan yang layak, KAMU akan segera “bangkrut”!

Jangan “MENGELOLA” sebuah pasamuan agama Buddha layaknya organisasi komersil!

Karena pada akhirnya?
Kamu memenjarakan dirimu sendiri di Neraka Abadi selamanya!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, April 24, 2017

Kediaman XX ~ Mengancam Ksiti Rinpoche



Ditulis oleh Lotuschef – 20 April 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: XX 府 ~恐吓悉地林波切 XX Residence ~ Threatened Ksiti Rinpoche


Mengacu ke ceramah Mahaguru Lu:
2017年4月15日聖尊蓮生活佛盧勝彥開講「道果」 -台灣雷藏寺

Di dalamnya, Mahaguru Lu mengangkat beberapa kisah XX.

XX sempat mengancam Ksiti Rinpoche dan orang tuanya, dengan meramalkan bahwa Ksiti akan tertimpa malapetaka besar sekitar bulan Juli 2016!

Tentunya bila kamu mendengarkan ceramah-ceramah Mahaguru Lu dengan baik, terutama untuk 2 sesi yang terbaru (per tanggal publikasi artikel), maka gunakanlah sebagai acuanmu dan lihatlah sekiranya kamu mampu mengaplikasikannya terhadap sepotong informasi yang disampaikan oleh Mahaguru Lu mengenai ANCAMAN dari XX beserta dengan tingkat efektivitasnya. :)

Cobalah direnungkan:
1. Kapan konsultasi dengan XX berlangsung?
2. Pertama-tama, mengapa berkonsultasi kepada XX?

Beberapa tahun yang lalu saat Mahaguru mengafirmasi Ksiti sebagai reinkarnasi Ksitigarbha Bodhisattva, seorang murid dari Singapura menawarkan untuk membawaku bertemu dengan Buddha Hidup Kecil kita, Ksiti Rinpoche. Ia ingin supaya aku berfoto dengan Ksiti!
Aku menolaknya! Ia kemudian menunjukkan foto dirinya bersama dengan Ksiti di laman Facebook-nya dan membagikannya denganku.

Kalau tidak salah ingat, itu di awal 2013 dan aku sedang berada di Vajragarbha Caotun, Taiwan, menunggu upacara dimulai.

Dan saat itu seorang murid lain mengajakku mengobrol serta menyarankanku untuk mengakui kesalahanku dan meminta maaf kepada Administrator Ordo. :)

Beberapa minggu kemudian, sang penerus bergegas mendatangiku sambil mencoba menunjukkan “Gaya Mengancamnya”!

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Tapakilah Jalan Bodhi dengan menggunakan Kebijaksanaan, dan tetaplah fokus.

Bagaimana halnya dengan ANCAMAN???

Mahaguru Lu mengutip “Sutra Hati” untuk membantumu membelokkan “ANCAMAN”!

Hehe!

Mentalitas orang awam mengenai KEBUTUHAN yang harus dipenuhi, dan Mentalitas Non-duniawi mengenai Tiada Perbedaan, ataupun Tiada Kejahatan maupun Kebaikan!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, January 1, 2016

Layang-layang Yang Terputus



Ditulis oleh Lotuschef – 1 Januari 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 脱绳风筝 Broken-away Kite



师尊在香港法会上讲 [炎黄子孙]还有用 [筷子]进食!
Mahaguru membahas tentang [para keturunan Huang Di] di saat upacara di Hong Kong, dan mereka menggunakan [Sumpit] untuk makan!

所以,你是[炎黄子孙]吗?
Oleh karenanya, apakah kamu merupakan [keturunan Huang Di]?

还是[脱绳风筝]?
Ataukah malahan sebuah [Layangan yang terputus]?

~~~~~~~~

Mengutip dari Wikipedia 炎黄子孙:

炎黄子孙,也称黄炎子孙,中国术语,意指追认炎帝与黄帝为先祖的族群。
承认黄帝为其先祖的族群,则称为黄帝子孙
羌族以炎帝为先祖,不认为黄帝为其先祖。
这是一种民族主义下的产物。

黄帝、炎帝为古代文献记载人物,尽管尚未有考古学证据,华夏民族的血缘先祖常被认为是黄帝炎帝的后代[1]。
传统中国帝王为天下思想,所谓天子“莅中国而抚四夷也”,天子不仅是中国的首领,也是四夷的首领,《史记》记载“黄帝居中,四夷宾服”。

后来,不论是虞夏商周的华夏族,还是夷蛮戎狄的“四夷”族,都视黄帝为“高祖”,自称为“黄炎之后”、“炎黄后裔”[2]。
除了汉族,中原以外的其他许多族群也都以炎帝、黄帝为祖先

~~~~~~~~~


Kaisar Yan adalah seorang pemimpin rakyat Tiongkok yang legendaris di jaman pra-dinasti. Para cendekiawan masa kini menganggap Gunung Kepala Kambing di utara Baoji, Provinsi Shaanxi sebagai wilayah dan kampung halamannya.


Huang-di 黄帝, atau yang juga disebut sebagai Kaisar Kuning.

Mereka yang menganggap Kaisar Yan & Huang sebagai leluhurnya adalah yang disebut sebagai [Yan Huang Zi Shun].
Zi Shun berarti para keturunan dan secara harfiah berarti anak-cucu.

Hahaha!

Banyak orang Asia yang memuja-muja Kebudayaan Barat dan meniru segala gaya hidupnya.
Mereka pikir dengan melakukan hal tersebut berarti mereka sedang mengikuti tren gaya hidup yang diterima oleh khalayak umum.

NAMUN RENUNGKANLAH KEMBALI!

Para nenek moyang kita, Kaisar Yan dan Huang, memberikan kualitas teladan seperti integritas, kejujuran, kerendahan hati, gaya hidup yang hemat …

Meniru hal-hal yang bagus tentunya baik-baik saja, namun bukan yang buruk!

Budaya Barat yang kamu tiru itu?
Sayang sekali kalau harus bilang bahwa mereka adalah sekedar bikinan para penulis skenario saja… demi melayani tren pikiran orang-orang yang punya banyak nafsu akan “kemewahan” dan hidup yang “mudah”!

Lihatlah pula drama-drama yang ditayangkan di jaman sekarang ini!
Sebagian besar kisahnya seputar menikahi keturunan generasi ke-2 ataupun ke-3 dari keluarga-keluarga kaya !

Orang-orang ini punya mentalitas “memperpendek periode waktu perjuangan hidup demi [Mencapai Hidup yang Enak]”!

Maksudnya bagaimana?

Kamu ingatkah saat Mahaguru Lu bilang bahwa [Segala hal yang kita lakukan adalah pelatihan diri]?

Di dalam konteks Pelatihan Tantra: Saat kamu melenceng dari ajaran dan perintah Guru Akarmu, KAMU menjadi sebuah layangan yang terputus!

Di sesi baru-baru ini beliau mengisahkan tentang seorang murid yang meninggal dunia dan Jin-mu bilang murid ini tidak tekun bersadhana, namun Mahaguru dan Jin-mu berwelas asih untuk membiarkannya memasuki Tanah Suci dengan sisa-sisa dosanya yang masih menempel!

Teman-temanku sekalian, kalau kamu merupakan sebuah layangan yang terputus, apakah mungkin Mahaguru Lu ataupun Jin-mu membiarkanmu memasuki Tanah Suci beserta dengan segala dosamu?

KAMU sendiri yang memilih untuk terputus, ingatlah hal ini!

Ah!
Apakah yang kutulis ini relevan?


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef