Tuesday, November 1, 2011

1-11-2011 Q&A 9 Steps breathing


On Tue, Nov 1, 2011 at 11:38 AM, …..wrote:
Hi Fashi,

Wanna ask about 9 Steps breathing. I have attached the picture. Hope Fashi understand ha7..

then have several questions to ask writtenly

1. Set 1 : Step 1 : inhale from right
              Step 2 : inhale from left
              Step 3 : inhale from both

   Set 2 : Step 1 : inhale from left
              Step 2 : inhale from right
              Step 3 : Inhale from both
   Set 3 : Step 1 : Inhale from both
          Step 2 : inhale from right
          Step 3 : inhale from left

During step 3, when we inhale the light, must we hold the light for several counting at Dan Tian or directly push it up to Crown Chakra? Up to you. 

Then, i feel more convenient if using visualization than using hand to close and open nose, is it okay for beginner?

Yesterday morning i did it using this way and when finish the 1st set, already sweat a lot.., don't know doing it right or wrong, so i stop it.

My dear
all 3 sets u have to do at the same rhythm
so if u can hold at Dan Tian for each one, u have to do so for all
in the step when u doing Both, the Downwards to Dantian and then out thru both, u can don't stop at Dantian of the number of counts and just bring down slowly n exhale thru both channels 

For beginners, it is best to use your fingers n palms of both hands to help u keep the breath within n also push to & from dantian
Do it Right the First Time or from the Beginning, you won't regret it.
Especially with cultivation of inner channels best do things Right else you might likely hurt yourself.

Why do I teach u all this way? 
help u to practice Treasure vase 宝瓶气where by u keep the air inside u and move it around your body BY CLOSING ALL OUTLETS! 
There are 7 outlets your nose x2, ears x 2, mouth x 1, anus x1, urinary outlet x1. 
Hi steven, am I correct?

While I was sharing cultivation techniques in YY, all of them answered that they know how to do 9steps breathing.
Hahaha! If they can really do this one, as GM said, they have clear central channels n should LIGHT UP!

Cultivation is something that No One Can Lie about. 
One truly cultivate as GM teaches, One somehow figures out the path to Longevity 长生不老

Look at GM in the videos, he often looks like a kid n has the exuberance of one too! 
This is then the Lotus Child or Padmakumara.

Happy cultivating!

cheers all
lotuschef

Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

Monday, October 31, 2011

31-10-2011 [ 30-5-2011 Meskipun tekun bersadhana, masih juga tidak lancar]




Monday, May 30, 2011

 

Meskipun tekun bersadhana, masih juga tidak lancar

Translated by : Lotus Junhao

Teman-teman yang terkasih, apakah teman-teman juga termasuk dalam kategori yang sama?

[Dengan memiliki] Harapan bahwa jalan kita menjadi lancar dengan bersadhana – maka Anda dimotivasi oleh adanya hasil/pahala [dari bersadhana].

Letakkan [harapan] tentang mendapat respon spiritual dan hal-hal lainnya, bersadhanalah hanya untuk semua insan.
Ketika Anda melimpahkan semua kebajikan kepada semua insan tanpa terkecuali maka jalan Anda akan benar-benar lancar.
Jika tidak demikian adanya, penggallah kepalaku. Haha!

Buddha mengajarkan “ke – tiada aku – an”. Di dalam Empat Prayoga, Anda memvisualisasikan 4 Batin Yang Tiada Batas (Apramana) mulai dari permulaan – di mana Anda membawa semua insan ke dalam jalan pemberkatan cahaya dari Alam Semesta melalui Guru Silsilah Satya Buddha & Para Dewata.

Anda membacakan 4 Apramana – mendoakan kebahagiaan semua insan .

Kemudian Anda membuat tekad Bodhicitta untuk melimpahkan semua tindakan amal baik yang besar/kecil & jasa kebajikan kepada semua insan sambil menjaga kekokohan sarana Anda kepada Guru dan Tri Ratna.

Kemudian Anda menyatakan pertobatan terhadap kesalahan di masa lalu.

Lalu datanglah Vajrasattva untuk membersihkan Anda dan mengosongkan semua efek negatif.
Mengembalikan Anda ke Asal yaitu sifat Buddhata Anda.

Haha! Semuanya ada di sana.
Ketika Anda menjadi seorang Buddha, semua yang bersadhana dengan Anda juga menjadi Budddha.

Lihatlah betapa hebatnya ajaran-ajaran Shizun bukan?

Bodhicitta adalah Hati Buddha atau sifat sejati Nya atau karakteristik Nya.
Jika Anda meresapi makna setiap kata yang Anda japa dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari maka tidak ada alasan yang sah kenapa Anda masih saja “tidak lancar”

Saya berhenti mengikuti kebaktian sadhana di vihara-vihara tertentu karena dalam bersadhana mereka hanya terburu-buru & mengabaikan apa yang saya coba bagikan kepada mereka.
Jadi bersadhana dalam kasus tersebut yakni hanyalah duduk di sana membaca dari buku [panduan sadhana] dan kemudian pulang, home sweet home.

Tidak ada yang memperoleh manfaat sama sekali dengan menghabiskan waktu satu setengah jam di sana.

Saya dengan tulus hati berharap agar teman-teman dapat berlatih dengan Hati dan menyebarkan Dharma kepada semua insan.
Itulah bagian Pokok yang kebanyakan sering dilewatkan.

Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

31-10-2011 Memories of past Lifetimes?


Pure Karma


J asked me last year, what I learned this life, can I still remember and use for next life?
I ask him why he wants to know.
His answer is if can’t remember and use then he won’t bother to waste time taking self-improvement courses!
Hahaha!
I told him One Normally Can’t Remember stuff from past lifetimes unless one cultivate then he can travel back & forth through his past as well as his future.
Since learning is for Self Improvement, which means one will lead a better, smoother and correspondingly happier life than the present, am I right?
So why not if you have time and resources to further study?
--------------------------------------------------------------------
I had an unusual encounter.
I met someone that had dreams about his previous life as a soldier!
He exhibited first one life as a female then the next one as a soldier!
When I told him I saw a soldier, he said he dreams often of a soldier!
I told him that life as soldier left a very deep imprint on him that is why the memories didn’t completely erase and reset!
He was introduced by a friend of his who is a student as he has some hindrances.
He is not facing hindrances from the soldier’s lifetime but the female one now.
The rest is confidential.
Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

31-10-2011 [9-1-2011 Pola Pikir – Masih Kurang Sempurna]


Pure Karma 


9-1-2011 Mindset – Imperfection
Another story of Monk AB.
He build a brick wall consisting of 1000 block of bricks.
As this is his first attempt, he meticulously set the bricks and completed the wall in a few days.
Then he scrutinized the wall brick by brick & he found two blocks not perfectly set.
He agonized over this two ill-set bricks spoiling the whole wall.

One day a visitor came & look at the wall. Visitor remarked on the wall saying it is very well done.
Monk AB pointed out the two ill-set bricks.
Visitor said: O! But it is only two out of a thousand. The wall is still very well done.

From that day onwards, Monk AB stops agonizing over the imperfection but instead admires the whole wall as a well done effort.
He is no longer unhappy when he passes the wall.

Imperfection? All in your mind!

===
9-1-2011 Pola Pikir – Masih Kurang Sempurna
Translated by Lotus Nino
Ini adalah cerita lain dari Bhiksu AB.
Dia membangun sebuah dinding yang terdiri dari 1000 bongkah batu bata.
Berhubung ini adalah pertama kalinya dia melakukan hal ini, jadi dia menyelesaikannya dalam beberapa hari.
Lalu dia memeriksa semuanya dengan cermat, batu demi batu, dan ternyata  menemukan ada 2 bongkah batu yang tidak terpasang dengan sempurna.
Wah dia sungguh merasa sedih dan menderita sekali karena dua bongkah batu yang salah salah pasang tersebut merusak (penampakan) keseluruhan dinding yang dibangunnya.

Suatu hari seorang pengunjung datang dan melihat dinding tersebut. Dia memuji dan mengatakan bahwa dinding tersebut dibangun dengan sangat bagus.
Bhiksu AB menunjukkan ada dua bongkah batu yang salah pasang.
Si pengunjung menimpali: Oh! Tapi itu khan hanya dua dari seribu bongkah. Tetap saja dinding itu terlihat bagus dan sangat rapi.

Sejak saat itu, Bhiksu AB tidak lagi menderita karena memikirkan ketidaksempurnaan. Ia mulai mampu memuji hasil bangunan dinding tersebut secara keseluruhan sebagai usaha yang telah dilakukan dengan baik.
Dia tidak lagi bersedih saat melewati dinding tersebut.

Tidak sempurna? Semuanya hanya ada di pikiran Anda!


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

31-10-2011 [9-1-2011 SAYA BENCI PEKERJAAN SAYA!]


Pure Karma


9-1-2011 I HATE MY JOB!

GM talks very often about the requisites of a cultivating yogi.
Now let me share some interesting tidbits with you.
This is experience of a monk, AB, he is now a very 'sought-after' learned person & recently came into Singapore to share Dharma.
One of his tales goes like this...
He is staying with a temple in remote areas of Thailand.
The Abbot's deputy ask the monks to shift a pile of bricks lying in front of the temple's entrance to somewhere behind the temple, as it is unsightly.
Toiling under a Hot sun & pushing wheel-barrows, the monks studiously shifted the pile of bricks.  
Upon the Abbot's return, he ordered the bricks to be shifted back.
Once again, the monks toiled under the Hot sun shifting the bricks.
Monk AB started to complain to his mates about how heavy the loads are & how hot the sun. 
He didn't want to continue brick shifting.

Monk AG said to him: Think only of moving the bricks from point A to B & do it with a joyful heart. 
We have to do it anyway, so do it happily.

Indeed with a joyful heart & acceptance of having to complete one's task, the load somehow become lighter & the sun become cooler & more friendly. 
Mission accomplished at a faster pace.

I remembered counseling someone who complains all the time that he is being exploited by fellow workers & the superiors do not recognize his contribution. He said most time, he is the only one maintaining the existence of the place.

Haha! I asked him whether he needs to eat or not?
If so, then he has to work & be happy about it.

He said I am the employer talking because I am a business person & owns my own business.
Reality is such that irregardless of who is talking, as long as he needs to eat & feed his family, he has to work & work happily. 
Do not have any expectation of recognition as that is Ego/Pride, traits that are harmful to one.
In so doing, he will always be happy & spread this happiness all around him.

Haha! recently someone told me the same thing about hating his job.
I said: you are blessed to have a job that enable you to live comfortably as well as spare funds to help the needies & time to help them too.

Actually complaining & moaning only make one more unhappy & affects those around you too. 
It gradually snowballed out of proportion & harm you only.

Buddha teaches us to spread happiness all around & so does GM.
Please start doing so & you will be rewarded by how many you have touched with Buddha's & GM's compassion.
GM's Dharma speech yesterday contained Boddhicitta which every successful yogi must have.
Listen to GM & follow him along the Boddhi Path.

===
9-1-2011 SAYA BENCI PEKERJAAN SAYA!
Translated by Lotus Nino
Shizun sering bicara mengenai syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang yogi yang melatih diri.
Sekarang saya juga akan membagikan beberapa hal menarik dengan Anda.
Ini adalah dari pengalaman seorang bhiksu, AB. Dia adalah seorang yang terpelajar dan keberadaannya kini sedang dinantikan banyak orang. Ia baru saja datang ke Singapura untuk membagikan Dharma.

Salah satu dari ceritanya adalah seperti ini...
Saat itu dia sedang tinggal di dalam sebuah vihara di daerah pedalaman di Thailand.
Wakil kepala vihara meminta para bhiksu untuk memindahkan segundukan batu bata yang berada di depan pintu vihara ke suatu tempat di belakang vihara karena tidak nyaman dipandang.

Di bawah pancaran sinar matahari yang menyengat, para bhiksu bekerja keras mendorong kereta sorong (yang beroda satu) untuk memindahkan gundukan batu-batu tersebut.
Namun saat kepala biara kembali, dia menyuruh agar batu bata tersebut dikembalikan ke tempat asalnya.
Sekali lagi, para bhiksu di bawah sinar matahari yang menyengat memindahkan batu-batu tersebut.
Bhiksu AB mulai mengeluh kepada temannya mengenai betapa beratnya beban yang harus dipindahkan dan teriknya sinar matahari. Dia tidak ingin melanjutkan pekerjaan tersebut.

Bhiksu AG menimpalinya: Cobalah hanya berpikir mengenai memindahkan batu-batu tersebut dari titik A ke titik B, dan lakukanlah dengan hati yang bahagia. Bagaimanapun juga kita tetap harus menyelesaikannya, oleh karenanya mari kita lakukan dengan senang hati.

Sungguh benar ternyata dengan hati yang bahagia dan kemauan untuk menerima tugas yang diberikan tersebut, maka beban yang sebelumnya terasa berat kini entah bagaimana menjadi lebih ringan dan sinar mataharipun menjadi lebih sejuk dan nyaman di kulit. Misi tersebut akhirnya terselesaikan dengan lebih cepat.


Saya jadi ingat waktu itu pernah memberikan konseling kepada seseorang yang mengeluh sepanjang waktu karena dia merasa dieksploitasi (dimanfaatkan) oleh rekan sejawatnya. Dia juga merasa bahwa atasannya tidak mengetahui kontribusinya selama ini. Dia berkata bahwa sering kali hanya dialah yang mempertahankan keberadaan tempat kerjanya tersebut.

Haha! Saya tanya ke dia apakah dia butuh makan atau tidak?
Jika ya, maka dia harus bekerja dan bahagia dengan pekerjaannya.

Dia kembali menimpali bahwa saya berbicara dari sisi majikan (pengusaha) karena saya adalah seorang pebisnis dan punya usaha sendiri.
Tapi pada kenyataannya, tanpa memandang siapa yang berbicara, selama seseorang butuh makan dan menghidupi keluarganya, maka dia harus bekerja dan melakukannya dengan bahagia.
Janganlah punya harapan akan pengakuan karena itu adalah Ego/Kebanggaan, suatu sifat yang berbahaya bagi seseorang.
Dengan melakukannya seperti hal di atas, maka dia akan selalu bahagia dan juga akan menyebarkan kebahagiaan tersebut kepada semua orang di sekitarnya.


Haha! Baru-baru ini seseorang juga menceritakan hal yang sama kepada saya. Dia juga membenci pekerjaannya.
Saya bilang kepadanya: Kamu itu sungguh terberkati dengan mempunyai pekerjaan yang memampukan dirimu untuk hidup dengan nyaman dan juga masih mempunyai dana berlebih untuk membantu mereka yang kekurangan serta mempunyai waktu untuk menolong mereka juga.

Kalau dilihat-lihat lagi, sebenarnya mengeluh dan meratap malah membuat seseorang menjadi lebih tidak bahagia dan akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya juga. Lama kelamaan hal tersebut terakumulasi dan saat meledak akan mencelakai diri orang itu sendiri.


Buddha dan begitu juga Shizun, mengajarkan kita untuk menyebarkan kebahagiaan di sekitar kita.
Marilah mulai melakukannya dan Anda akan mendapat penghargaan dengan begitu banyaknya orang yang (akan) Anda sentuh dengan welas asih Buddha dan Shizun.

Ceramah dharma Shizun kemarin berisi tentang Bodhicitta yang harus dimiliki oleh setiap yogi yang telah berhasil.
Dengarkanlah apa yang dikatakan oleh Shizun dan ikutilah Beliau dalam menyusuri Jalan Bodhi ini.


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

31-10-2011 [ 31-1-2011 Karma Kolektif]


Pure Karma


Monday, January 31, 2011

31-1-2011 Collective Karma 共业

Karma Kolektif

Translated by Lotus Junhao
Seseorang baru saja meninggal dunia karena kanker pagi ini, setelah berbulan-bulan lamanya berjuang mengatasi gejala & rasa sakit akibat penyakit & efek pengobatan.
Sebelum saya bersarana kepada Shizun, saya mengingat bahwa teman-teman seDharma saya yang bergelar Sarjana dalam Filsafat Buddhis dulu pernah berargumen dengan topik Karma Kolektif.
Saya akan membagikan apa yang saya ketahui tentang topik ini dengan anda sekalian.

Karma timbul dari 3 faktor utama : penglihatan, suara dan pikiran. Pada gilirannya, hal itu direalisasikan menjadi Tindakan. Shizun mengatakan bahwa pikiran apapun adalah Jahat.
Seperti yang dikatakan oleh Patriak ke-6, seorang Buddha adalah seorang yang Tanpa Pikiran. Shizun menjelaskan supaya kita jangan membiarkan “Pikiran” mempengaruhi kita hingga kita mewujudkan “Pikiran” kita menjadi Tindakan.

Kolektif diartikan sebagai kumpulan tindakan sekelompok insan terhadap satu/banyak insan dari spesies yang sama ataupun sebaliknya.

Sebagai contoh :
1.      Sebuah keluarga yang selama banyak generasi berprofesi sebagai nelayan. Mereka memiliki riwayat kematian akibat kanker. [karsinoma]
Secara ilmiah, terdapat gen pembawa sifat yang diturunkan kepada generasi berikutnya, yang mana membuat keturunan berikutnya lebih mudah terserang kanker dan kebanyakan kanker yang bersifat mematikan.

2.      Keluarga lain yang bergerak dalam bisnis buaya. Mereka menjual daging, kulit dan sebagainya. Keturunannya sedikit dan kebanyakan menderita keterbelakangan dan cacat pada anggota tubuh.

3.      Keluarga lain cenderung mudah menderita penyakit jantung dan pembuluh darah.  Keluarga ini dari generasi ke generasi adalah pedagang teh. Mereka suka berzinah dan licik. Sering menipu ataupun mencuri barang yang bukan miliknya. Sekitar 2 generasi terakhir, kepala keluarga nya jatuh bangkrut. Dia memiliki 4 orang istri dengan jumlah anak sekitar 40. Kecuali generasi yang lebih muda, kebanyakan anak-anaknya juga bangkrut. Perceraian juga hal yang umum di dalam keluarga tersebut.

Kita sering mendengar kecelakaan pesawat. Beberapa ketinggalan / melewatkan penerbangan maut tersebut. Beberapa berhasil bertahan hidup dari kecelakaan tersebut. Tanah longsor, gempa bumi, tsunami, angin ribut, angin topan, banjir dan sebagainya.

Pernahkah anda merasa heran kenapa ada yang berhasil bertahan hidup?

[Karena] mereka bukanlah bagian dari kekuatan Karma Kolektif yang datang kembali untuk membalas dendam!

Sekali lagi, mohon dengarkanlah ajaran-ajaran Shizun dengan baik. Dalam Jalan Dharma Pengumpulan Bekal dan Prayoga, kita mengumpulkan kebajikan dan berlatih untuk menetralisir karma buruk. Kita juga dapat menolong keluarga kita dan kemudian teman kita, selanjutnya juga semua insan.

Itulah kenapa bersarana di dalam Ordo Satya Buddha berarti Anda telah Tersadarkan dan dapat mengendalikan kemana arah yang anda hendak tuju, dan juga orang-orang di sekitar anda.
Shizun mengatakan : Diri sendirilah yang mengendalikan Kehidupan/Kematian自主生死

Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

Sunday, October 30, 2011

30-10-2011 师尊开示 - 以無念為正覺佛寶(二)




以無念為正覺佛寶(二)
1997-10-07
我們談 -以無念為正覺佛寶,其中我們談到空觀。

  無念是什麼?無念就是空觀。名詞不同,事實上是同樣的。你無念,就顯出空觀,空觀就是無念。
  我常常講,我們修密教,當你把念頭止住,觀想無雲晴空。
無雲晴空怎麼觀?
你坐飛機上去,飛機有時候飛到雲層上面的時候,你再往上一看,這一望無際的,全部都是虛空。
那個現象,就是空的一個現象。

  空的這種現象,有時候你體會出來,你觀想虛空無邊無際。

我以前教大家觀想,就是你先觀想一個月輪,再把月輪擴大。
大到無盡的時候,就等於是一種空觀。你什麼都沒有想,就是無念。
  我也講過,當你空觀正定的時候,你全身會有充實的感覺。

因為宇宙的法流,會進到你的身體裡面,這個時候會產生內外打破,你跟這個宇宙整個合一了,宇宙也跟你合一了,這種覺受非常的清楚

你修密教的人,會有這種覺受,山河大地,在我心胸裡面,你一看,有河流,有山,有眾生,什麼都在你肚子裡面,你就吃下去了,你身體就是乾坤袋。

乾就是天,坤就是地,你把天地全包容在裡面,你身體不是乾坤袋嗎?
  這個時候,你心胸會開闊的,是真正心胸開闊,就是得空觀的人,他心胸會開闊的。

  我說什麼都是好,沒有什麼是、什麼非、什麼善、什麼惡。
因為你假如有了善惡,你就一定有取捨。
  善的,你就喜歡。你碰到一個善人:「MY BROTHER,我跟你做朋友,我喜歡跟善人做朋友。」

  你碰到一個惡人,YARK!馬上你就排斥他,你就覺得很嫌他,很厭惡。這就是有善惡。

  有善惡的心,就有取捨。有取捨的心,還不達到空觀的,還距離空觀很遠的。

  所以你修行修到無念了,到了空觀的時候,你就內外打破,能夠跟宇宙之間山河大地融合為一。

  你修到無念,在密教裡面,又叫做轉法輪。
我們在修密的人,從基礎開始,通通都是在修這一種最高的境界。

  像九節佛風,這個鼻孔吸進來,進到裡面,轉一圈,從左鼻孔出去。左鼻孔吸一口氣進來,轉一圈,從右鼻孔出去。

這是做什麼?這是氣的對流
宇宙的法流跟你在身體裡面對流,將來要把你身體變成宇宙的法流。
先從「有」開始修,先從氣開始修,修跟宇宙的氣對流。
  「寶瓶氣」也是,把宇宙的氣吸進來,儲存起來,不要讓它跑。
等你宇宙的氣,在你身體裡面產生作用,這是「寶瓶氣」

  金剛唸誦也是的,跟本尊之間對流,本尊在你面前,祂呼出來的氣,你吸進來。轉一個圈,你呼出去,本尊吸進去,再做對流的工作。
這是什麼?這是轉法輪

  你吸進來宇宙的氣,呼出去是你身體污穢的氣。
這樣子轉,對流,就是把你身體所有的業障的氣呼出去,宇宙的法流進來。

  包括密教最秘密的雙身法,都是對流。
你本來幻觀也是對流,幻身修行也是對流,雙身法也是對流,都是對流的一種現象。

  其實這個在密教裡面講,就是在轉法輪,在轉動。
一直把宇宙的法流,充實在你的身中,把你身上污穢的氣排出去,這是密教的轉法輪。

  所謂轉法輪,像有人講「說法教示眾生,是轉法輪」,沒有錯。

把好的東西,把善法、佛法傳播出去,也是在轉法輪。

但是自己要成佛的法輪,就是這樣子跟宇宙之間對流,這種現象,就是你自己本身修行要成就的轉法輪,所以這個轉法輪,不一樣的。

  「以無念為正覺佛寶」,無念就是真如。
無所謂、無我、自然,都是接近於道的,接近真如的。
無念已經接近真如了,因為真如沒有話講,不能說,不可說的。
所以無念就是接近真如。

  你無所謂,也是無我,都是接近真如的。
還有自然、任運,都是接近真如的。

  今天因為真如沒有辦法表示,所以以無念為正覺佛寶,空觀都是真如的。

嗡嘛呢唄咪吽。